tanda tanda wali allah
Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Siapakah wali itu ,apa yang menyebabkan disebut wali,apa tanda-tanda seorang wali ?

Sebutan wali itu adalah anugerah dari Allah SWT ,kehormatan dari Allah ,merupakan kehendakNya.tiada dapat di minta dan tidak dapat di pungkiri,sebutan yang agung di kalangan penduduk bumi dan penduduk langit ,(manusia ,dan malaikat),wali itu rahasia Allah sehinga siapapun tidak ada yang mengetahui selama orang itu tidak mempunyai derajat yang sama(wali) ada ungkapan tidak mengetahui wali kecuali seaorang wali ,

(لايعرف والي الا والي) dengan ungkapan itulah wali menjadi mubham(tidak jelas secara pasti apa dia wali) diamana tempatnya apa tanda-tanda nya tidak banyak orang tahu.Sehingga banyak orang mengaku wali atau di sebut orang lain wali ,orang lain  itu siapa ? kadang murid/santri,orang yang mengidolakannya/mengaguminya,atau simpatisannya ,padahal wali adalah sangat rahasia.

Tanda-tanda Seorang Wali

  1. Sakhowatunnafsi(murah hati)kesederhanaan pemikiran realita, segala yang ada itu dihadapi dengan senyuman,tidak diambil pusing hanya di kembalikan pada Allah SWT,tidak mengalami kesusahan yang mendalam dalam hati selalu terhibur dengan takdir Allah,selalu mudamatudzikri ( الذكرمدومة) selalu ingat Allah dimanapun dan kapan pun sehingga selalu enjoi menghadapi dunia ini,rendah hati dengan siapapun tidak merasa dirinya lebih baik,pandai (alim) tidak merasa besar hati ,mengasihi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua dan kehidupan nya untuk( تعبد) ibadah kepada Allah,selalu mendoakan kebaikan kepada mahluk di alam semesta ini ,selalu minta ampun ber istigfar kepada Allah untuk dirinya dan umat manusia ,selalu bersyukur  kepadaNya dengan semua anggota tubuhnya lahir dan batinظاهرا وباطنا , tidak pernah menyesali semua yang terjadi pada dirinya ,selalu baik sangka pada Allah SWT tidak pernah dalam hatinya menentang sedikkitpun padaNya,tidak pernah meludah kearah kiblat(ka’bah) dan istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dalam kondisi sesulit apapun karena di hatinya sudah muroqobah kepadaNya , berharap kepada Allah atau sifat( rojaah )tidak pernah toma’atau mengaharap pemberian orang lain berpikirpun tidak pernah hanya mengharap kepada Allah semata bukan yang lain .Adapun jika di beri oleh orang lain dia selalu (kudust ala qodim dan kudust ala kudust) selalu ber terimakasih kepada Allah dan terimakasih pada yang memberi ,selalu di taaluk kan kepadaNya.
  2. Selalu menghidar dari kemaksiatan/durhaka kepada Allah baik lahir maupun batin ,segala bentuk kemaksiatan baik ucapan maupun perbuatan apalagi dengan keyakinan (i’tiqat).Selalu mengajak kebaikan walaupun kebaikan itu remeh atau sekecil bentuk kebaikan itu ,selalu mengikuti sunnah Rasulullah SAW menghidari permusuhan dan selalu mengibarkan panji-panji kedamaian umat manusia tidak menyulut bentuk  anarkisme,berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha maksimal (tawakal)kepadaNya.

Ada Al Kisah Diangkat Menjadi Seorang Wali Oleh Allah.

Ada seorang santri yang akhir hayatnya di jadikan wali oleh Allah karena do’a sang guru     Disebuah kampung kecil di daerah bandar kedung mulyo jombang .Seorang santri menimba ilmu agama pada seorang kiyai santri tersebut menuruti apa perkataan kiyainya walaupun berat, ia tidak berani menentang apa yang di katakan kiyainya tersebut dengan takdzim dan nurut dengan harapan mendapatkan ilmu dan do’a dari sang kiyai.kang satri mengajilah al qur’an yang istikomah ,baik waktu maupun tempat dimana ia menimba ilmu agama,bertahun tahun ia menimba ilmu tidak berani mendurhakai gurunya padahal kadang kala dia bersebrangan dengan hati nurani dia akan tetapi dia mempunyai keyakinan guruku lebih mengetahui daripada saya semakin hari ilmu yang ia dapatkan semakin bertambah dan prilaku dia semakin tawaduk dengan dengan sang guru dengan merujuk perkataan Sayidina Ali r.a .

Aku adalah hamba orang yang mengajarkan aku ilmu walaupun satu huruf  walaupun aku di jual.

Hakikat menghormati guru,tawaduk pada guru,mendengarkan fatwanya,dermawan padanya dengan sepenuh jiwa dan raga bukan pada orang nya akan tetapi pada ilmu yang di berikan Allah padanya .karena ilmu adalah sifat Allah (العيم) berarti sama juga menjunjung nama Allah SWT.Dari sang santri semakin hari semakin alim dalam ilmu agama wira’i dalam hidupnya tidak susut sedikitpun tawaduknya pada sang kiyai tersebut.saking asyiknya menimba ilmu sampai hampir usia separoh abad. Tak lama kemudian sang santri ini mengalami sakit sakitan sampai pada ahir hayatnya .pada proses pemakamannya sang kiyainya mengantarkan jenazahnya dikubur sang kiyai mendoakan dengan sepunuh hati ,khusy’ tawaduk penuh harapan mudah-mudahan muridnya diampuni segala dosanya ,mendapat ni’mat dialam barzah ,dilapangkan kuburnya di terangkan jalan menuju Allah ,dilindungi dari siksa kubur dan diangkat menjadi kekasih Allah (اولياء) dengan izin Allah setelah di uruk /tutup dengan tanah kubur tersebut bersinar terang menerangi orang sekitar makam tersebut setelah selang beberapa hari banyak burung burung melintasi diatas kuburnya jatuh dan mati.Walhasil siapaun guru kita orang biasa ketika di pandangan kita tidak mempunyai keistimewaan apa –apa akan tetapi Allah memberi ilmu padanya suatu saat doanya akan di jawab oleh Allah SWT. Catatan bagi para kiyai,guru,dosen ,profesor ,ustadz selalu mendoakan pada santri,murid,mahasiswa,para pengampu jamaah majlis ta’lim jangan mendoakan yang tidak baik pada mereka siapa tau mereka itu di angkat menjadi kekasih Allah /auliyillah ,muda mudahan kita bisa menjadi orang yang skhowatunnafsi aminn

 

ولله اعلم بالصواب


Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *