Sejarah Perkembangan Pemikiran Manajemen

Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Mengetahui sejarah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembelajaran manajemen. Hampir tidak mungkin manajemen kontemporer tanpa melacak perkembangan pemikiran sebelumnya. di bawah ini dipaparkan secara ringkas beberapa pemikiran yang pengaruh dalam bidang manajemen

Manajemen ilmiah (scientific managemen)

Taylor (1911). dengan scientific management ” memberi pandangan dalam pengelolaan organisasi. pertama, menurut Taylor, pekerjaan harus dapat diukur secara ilmiah, yaitu dengan pemecahan pekerjaan menjadi serangkaian tugas-tugas kecil terkait. Kedua si pekerjaan latihan harus menggunakan metode-metode lebih ilmiah. karakteristik ketiga dari model Taylor adalah Adanya pembagian tanggung jawab antara manajer dan pekerja akhirnya, organisasi dalam pengelolaan harus dapat menciptakan kedisiplinan bagi orang yang terlibat di dalamnya. Dengan perkataan lain, model Taylor ini sangat menekankan pada faktor hierarki, efisiensi dan produktivitas.

Pandangan birokrasi Max Weber.

Senada dengan pandangan Taylor , weber memberi corak yang nyata atas pola organisasi yang bersifat birokratik(GERTH DAN MILLS,1946). Weber memandang organisasi sebagai birokrasi dengan 6 ciri

  1. Adanya pembagian pekerjaan
  2. susunan organisasi berwujud sebagai hierarki
  3. untuk menjalankan organisasi dibuat peraturan-peraturan standarisasi
  4. kekuasaan dan kekayaan organisasi bukan milik perseorangan
  5. promosi berdasarkan atas kompetensi keahlian.
  6. Seluruh aktivitas organisasi direkam secara baik.

Budaya organisasi (teori Z) dengan mengadakan perbandingan antara manajemen Jepang dan manajemen Amerika , Ochi 1981 mengidentifikasikan bahwa Jepang memiliki karakteristik menurut teori Z Yang intinya menyatakan bahwa keterlibatan awan adalah merupakan kunci peningkatan produktivitas . lebih lanjut ouchi, menjelaskan bahwa masalah produktivitas . Adalah masalah sosial atau dalam istilah bisnis masalah manajerial, yang memiliki tiga fungsi pokok yaitu percaya, hubungan yang baik, dan keakraban( Trus,sutlety,and intimacy): menurut ouchi, produktivitas suatu organisasi ditentukan oleh budaya yang berkembang secara unik dalam organisasi. Dalam pandangan ouchi budaya mencakup nilai, Nurma, tradisi, kebiasaan, dan cara kerja dalam suatu organisasi.

Fungsi manajemen.

Terdapat 5 fungsi dasar manajemen yaitu a. Perencanaan, B . pengorganisasian,c. pengembangan staf,d. pengarahan dan pengaruh an,e. pengawasan.

Perencanaan

perencanaan adalah proses penentuan tujuan organisasi dalam pemilihan tindakan masa depan untuk mencapai tujuan tersebut. perencanaan ini meliputi penentuan tujuan organisasi, mengembangkan premis-premis tentang lingkungan dimana tujuan yang ingin dicapai, memilih tindakan yang akan diambil, memprakarsai aktivitas-aktivitas yang perlu untuk rencana menjadi tindakan, dan mengevaluasi hasil perencanaan.

Pengorganisasian.

pengorganisasian merupakan proses yang bukan pekerja dan pekerjaannya mencapai tujuan organisasi. Proses ini terdiri atas pembagian kerja di antara kelompok dan individu serta mengkoordinasi aktivitas aktivitas individu dan kelompok dalam satu struktur tertentu. Selain itu pengorganisasian juga menyangkut perumusan kewenangan manajerial.

Pengembangan staf (sumber daya manusia) fungsi ini mengacu pada proses penyelesaian pengembangan dan memberi penghargaan pada pekerja yang kompetensi untuk mencapai tujuan organisasi. proses ini juga meliputi penciptaan iklim kerja di mana pekerja merasa puas.

Pengarahan dan pengaruhan.

pengarahan dan pengaruhan adalah proses penginduksian Individual( teman sejawat atasan , bawahan dan non bawahan) atau kelompok untuk membantu secara harmonis dalam mencapai tujuan organisasi.

pengawasan pengawasan adalah proses untuk menjaga agar tercapainya tujuan organisasi secara efisien. proses ini menyangkut perumusan standar, membandingkan kinerja yang diukur terhadap standar yang dirumuskan, serta menguatkan keberhasilan dan mengkoreksi kegagalan.

Manajemen berbasis sekolah.

manajemen berbasis sekolah( MBS) sebagai model manajemen yang memberikan otonomi atau kemandirian yang lebih besar kepada sekolah, dengan mendorong keputusan yang melibatkan semua unsur sekolah Sesuai dengan standar mutu ditetapkan (Sagala , 2004) untuk pendidikan mengubah umum, Mbs ini disebut dengan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah(MPMBS) yang didefinisikan sebagai proses pengkoordinasian dan penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah, dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang berkaitan dengan sekolah ( sedangstakehholders) secara langsung dalam proses pengambilan keputusan, untuk memenuhi kebutuhan mutu sekolah atau mencapai tujuan mutu sekolah dalam kerangka kebijakan Pendidikan Nasional( Direktorat Pendidikan menengah umum, 2001) penerapan MBS/ MP MBS ini sesuai amanat undang-undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 51 ayat 1 pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah madrasah”. karakteristik manajemen berbasis sekolah adalah kemandirian, kemitraan , partisipasi , keterbukaan, dan akuntabilitas. nanti ini secara tegas dinyatakan dalam peraturan pemerintah nomor tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 49 ayat 1 sebagai berikut, pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan , partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas . MBS/MPMBS sekolah memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pengelolaan dan pengembalian keputusan di sekolah yang bersangkutan, pengambilan keputusan secara partisipatif oleh semua komponen yang terkait, kas secara terus-menerus dilakukan upaya untuk meningkatkan mutu sekolah.

tujuan utama MPMBS adalah untuk memandikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan, Keluwesan, dan sumber daya untuk meningkatkan mutu sekolah( Direktorat Pendidikan menengah umum, 2001) kemandirian meliputi

  1. evaluasi dirinya atas kekuatan , kelemahan, peluang dan ancaman, sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada.
  2. kemandirian dalam menentukan kebutuhan sekolahnya, terutama input pendidikan
  3. kemandirian dalam bertanggung jawab tentang mutu pendidikan pada pemerintah, orang tua dan masyarakat.
  4. kemandirian dalam melakukan dengan sekolah-sekolah lain melalui upaya-upaya inovatif. Direktorat Pendidikan menengah umum( 2001) mengidentifikasikan dimensi-dimensi perubahan pola manajemen pendidikan dari pola lama ke pulau yang baru ( manusia teknologi dan pendidikan menuju peradaban baru)SONHAJI AHMAD( UM MALANG PRESS1014)

Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *