Kenapa ada perceraian ?

Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Dalam hal ini banyak permasalahan :

  1. Kurang memahami tetang apa arti pernikahan ,sehingga terjadi dari pihak laki/perempuan mengklaim dirinya yang paling benar padahal gara-gara perkara yang sepele atau ringan, seharusnya perkara itu tidak dibesar besarkan.
  2. Adanya pengaduan sepihak tanpa di saring terlebih dahulu kepada orang tua masing-masing mempelai,dari masing masing orang tua harus memahami permasalahan dan jangan gegabah mengambil keputusan Allah memberikan resep apa itu bertemunya kedua arang tua masing masing ,maka keduanya tidak menghukumi salah satunya akan tetapi mengambil jalan tenga dan berusaha damai (islah) dan tidak memperkeruh suasana
  3. Adanya perasaan ketidak serasian dalam menjalani hidup yang harmonis,dianggap tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari hari sehingga membicarakan kekurangan yang ada pada salah satu pihak(suami istri),maka akan terjadi kebimbangan dan keraguan yang berkepanjangan yang ujungnya adalah pertengkaran ,cekcok,dan pisah ranjang.
  4. Masing masing (suami istri) selalu memandang kehidupan rumah tangga orang lain yang lebih mapan,terjadilah tuntutan yang bermacam macam sehingga tabu akan kemampuan suami/isri karena hilangnya kontrol kearifan,keseimbangan dalam berpikir.
  5. Keikutsertaan orang tua terlalu mendalam dalam urusan rumah tangga anaknya,semestinya memberi bimbingan bukan malah memperuncing permasalahan yang ada pada anaknya.
  6. Adanya perasaan dalam hati mertua,kamu masih muda masi bisa mencari yang lebih dari pada dia(suami/istri)
  7. Munculnya orang yang pernah dicintai dan berusaha untuk berhubungan dengan dia dan membanding bandingkan apa lagi ekonominya lebih mapan 
  8. Tidak adanya keterbukaan diantara keduanya ,dan keduanya(suami/istri) selalu membangun buruk sangka (su’udzon) tanpa alasan yang jelas.
  9. Lebih percaya orang lain dari pada suami/istrinya.
  1. Tidak perna duduk bersama diantara keduanya ,misalnya shalat bersama/berjamaah,makan bersama satu meja,tidak pernah bicara antara hati kehati.
  2. Tidak adanya pandangan dalam hatinya bahwa agama sebagai nasehat/rujukan dalam mengarungi bahtera rumah tangga dalam mencapai kebahagian di dunia dan diakhirat.
  3. Kurangnya berserah diri kepada Allah,kurang adanya pengetahuan dalam hal pernikahan’’bahwa pernikahan adalah menjalankan sunnah rasul dan memperbanyak keturunan umat Muhammad saw untuk meneruskan perjuangan para ulama’ untuk nasyril Islam wal muslimin.(والله اعلم بالصوتب)

Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *