Salah Faham Atau Faham Yang Salah

Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Adakah perbedan dua kalimat yang hampir mempunyai ma’na yang sama,akan tetapi saya analisis secara mendalam mempunyai ma’na yang jauh perbedaannya sehingga dapat memetik kalimat atau kesimpulan yang berbeda pula. Contoh deskripsinya kurang lebihnya sebagai berikut :

Salah faham adalah sejauh mana seseorang memahami keterangan yang di sampaikan oleh (mukhotob) orang yang menyampaikan keterangan atau perkataan pada pendengar, sehingga menghasilkan kesimpulan yang di fahami oleh mustami’,akan tetapi banyak faktor untuk salah faham ,mungkin pemahamannya hanya sepenggal kalimat yang di dengarnya ,maka akan menghasilkan pemahaman yang kurang sempurna tidak sama yang di sampaikan oleh pembicara. orang bisa salah faham ketika kurang adanya respon terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara sehingga timbul opsi pemahaman yang salah karena di sebabkan kurang adanya empati terhadap pembicara sehingga menimbulkan kesalah fahaman yang di bangun dalam memahami persoalan. Adakalahnya terlalu tingginya bahasa yang disampaikan seperti perkataan para filosof ,atau para profesor terhadap orang awam sehingga menimbulkan penafsiran yang salah atau salah faham untuk menyikapi,karena tidak satu level keilmuan yang dimiliki.

Faham Yang Salah.

Dalam menyikapi bahasa faham yang salah  maka saya mempunyai pandangan dan penafsiran atau pemahaman sebagai berikut; biasanya dalam kontek keilmuan atau kyakinan yang didasarkan pada Al qur’an atau Al-hadits. karena memahami keduanya perlu adanya bimbingan atau guru atau sanad keilmuan, dikarnakan jika tanpa bimbingan guru atau syaikh  akan mengalami pemahaman yang salah ,disebabkan Al qur’an atau Al hadits tidak dapat di pelajari sendiri (lear self),tidak seperti ilmu pengetahuan yang lain.ketika mempelajari al qur’an dan al hadits dalam memahami salah maka akan berujung pada penyesatan pada orang lain dalam pempelajarinya tidak boleh salah dalam memahaminya. Biasanya mereka memahami Al Qu’an dengan membaca sendiri (menafsiri) tanpa cukup ilmu maka akan mengalami kebingungan sehingga menyimpulkannya dengan akalnya sendiri yang akan timbul pemahaman yang salah. Kira kira itu opini yang saya tulis kuang lebihnya mohon maaf yang sebesar besarnya,kritik dan saran (kediri 16-01 2020)


Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *