kisah asmara putri solo

Kisah Perjalanan Asmara Sang Putri Solo Di Desa Proko

Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Ada sebuah desa di tempat dari keramaian ,di tengah rawa rawa (tempo dulu) terletak jalannya di pinggiran sungai brantas tenga yang luasnya +- 10km persegi sekeliling pinggiran desa penuh dengan bambu,terto(bentuk tumbuhan yang menjalar)yang posisinya ditengah desa itu ada sebuah sungai ,yang masyarakatnya bertani,bertenak,berdagang ,para normal(dukun),pendekar,guru ngaji,makelar,guru,pencari ikan,tapi sebenarnya pencariaan sehari hari penjual sayur kangkung yang tidak lepas dari mata pencahariaan. Menurut cerita desa ini yang pertama babat desa adalah Mbah Poncokadar. Yang sekarang makam nya di sebelah jalan desa yang tidak jadi satu dengan pemakaman umum.

Konon ada cerita legendaris yang tidak dapat hilang di telinga masyarakat itu MBAH ROMO GURU. mbah ber arti orang tua yang banyak pengalamannya di bidang ilmu(kaweruh)linuweh kerohanian. ketika ada sayembara dikerajaan ‘x’ pertarungan lesung (tempat menumbuk padi pada zaman dulu) MBAH ROMO GURU. Memenangkan pertarungan itu, Yang mengalahkan para jawara dari belahan perguruan/padepokan yang mempunyai ilmu tingkat tinggi,beliau menerbangkan lesun itu menggobrak abrik lesong-lesong para pedekar yang lainnya terjatulah lesung –lesung musuh musuh si Mbah ROMO GURU dengan hentakan kakinya dan doa beliau,anehnya lesong itu dapat di kendalikan lewat perintah beliau seasuai dengan kehendak beliau sehingga lawan lawanya takluk di buatnya,alkisah mbah Romo guru ini mempunyai Ilmu lempit bumi yang notabenya sejauh apapun tujuanya dapat ditempuh dengan waktu yang singkat ,dan bisa memidahkan tempat tidur (dipan )tanpa terasa penghuniya/yang menempatinya.sunngguh luar biasa hanya dengan membeberkan sapu tangan beliau dan di lipat di masukkan saku sehigga sampai di desa proko. Tapi beliau tidak mempunyai keturunan sampai beliau meninggal dunia. Pemakaman beliau di dekat desa selatan desa itu ,dimakam mbah romo guru ada dua makam tapi yang satu kosong dalam rencana makam istrinya akan tetapi takdir Allah berkahendak lain selang begitu lama sang putri pun sehatwal afiyat sampai beberapa lama,dan menurut cerita sebelah barat makam beliau adalah makam ayam kesayangannya (yang didalamnya ada merah delimanya) yang sudah di ambil beberapa pituwo (para dukun/para normal kejawen/prewangan ) yang merah delimanya kodamnya seperti ayam jago,akan tetapi ditanya namanya tidak mau mengaku begitu taat dan tunduknya kodam itu sama mbah romo guru, sampai yang menari barang itu (merah delima) meninggal dunia dan kodamnya masih di ikat oleh orang itu (namanya pak salim gropyok,tanon papar kediri) akhir cerita sang putri kembali kesolo meninggalkan makam suaminya Mbah romo guru. Penulis kurang mengetahui desa mana? Kecamatan mana? Tapi sang putri mengaku putri bangsawan solo jawa tengah. Desa proko di zaman tahun tujuh puluan masyarakatnya sering menjadi hinaan desa sekitar karena sangking sepinya hiruk pikuk karemean gemerlapan suasana kota ,masyarakatnya nglutuk ngeluk(kurang pergaulan masa kini)kata mereka ,akan tetapi menurut penelitian dari beberapa informan pemudanya cerdas cerdas IQ diatas setandart orang biasa .Setelah tahun 80an -90an banyak anak desa proko yang pergi menimba ilmu agama (mondok) di berbagai pesantren bahkan tahun 2000an (milinium)banyak yang berhasil menempuh sarjana ,megister bahkan ada yang doktor di perguruan tinggi ternama, di malang pada tahun 2016  ada yang presentasi sebagai anggota seminar internasional di luar negeri (singapure,malaysia dan thailand) sampai sekarang desa tersebut menjadi desa yang guyup rukun bersahaja dengan alam,tumbuh dengan pesat pendidikan masyarakatnya baik pendidikan umum maupun pendidikan ilmu agama ,semoga Allah merahmati dan melindungi segenap jiwa dan raga aminn yarobal alaminnn (والله اعلم بالصواب)

Mas’Ud Bin Bahrul Ulum Bin Abdulsalam.


Bantu Orang Terdekat Anda Untuk Mendapatkan Manfaat Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *